LensaKriminalNews.com.LOMBOK TIMUR – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hamzanwadi Desa Gelora menggelar sosialisasi pencegahan pernikahan anak dan kenakalan remaja di Aula Kantor Desa Gelora, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja utama mahasiswa KKN yang bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Sumber Daya Mitra (LPSDM).
Kegiatan ini dihadiri oleh para remaja, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan orang tua yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.
Koordinator Desa (Kordes) KKN Universitas Hamzanwadi Desa Gelora menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai dampak pernikahan usia anak dan berbagai bentuk kenakalan remaja yang berpotensi merugikan masa depan mereka.
Menurutnya, kegiatan ini dirancang setelah melihat pentingnya memberikan edukasi kepada remaja agar mampu menghadapi tantangan pergaulan di era modern sekaligus memahami pentingnya kedewasaan dalam membangun kehidupan berkeluarga.
Dalam pemaparannya, narasumber dari LPSDM menjelaskan berbagai dampak yang dapat ditimbulkan akibat pernikahan anak. Dari sisi kesehatan, pernikahan usia dini dinilai berisiko terhadap keselamatan ibu dan anak, termasuk meningkatnya risiko komplikasi saat persalinan dan stunting pada anak.
Selain itu, aspek psikologis juga menjadi perhatian karena pasangan yang menikah pada usia yang belum matang dinilai rentan mengalami ketidaksiapan mental dalam menjalani kehidupan rumah tangga.
Sementara itu, pada materi kenakalan remaja, peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai ancaman yang saat ini banyak dihadapi generasi muda, seperti perjudian online, perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, hingga pergaulan bebas.
Pemateri juga menekankan pentingnya peran keluarga, khususnya orang tua, dalam memberikan pendampingan dan membangun komunikasi yang baik dengan anak-anak mereka.
“Orang tua harus menjadi tempat yang nyaman bagi anak untuk bercerita sehingga mereka tidak mencari pelarian ke lingkungan yang dapat memberikan pengaruh negatif,” ujar salah satu narasumber dari LPSDM.
Agar peserta lebih aktif, mahasiswa KKN mengemas kegiatan dengan metode interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para remaja diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan serta berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta juga diajak untuk menjadi generasi yang mampu membawa perubahan positif di lingkungan masyarakat serta berperan aktif dalam mencegah berbagai permasalahan sosial di kalangan remaja.
Mahasiswa KKN Universitas Hamzanwadi berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, LPSDM, dan Pemerintah Desa Gelora dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mendampingi tumbuh kembang anak dan remaja.
Dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat Desa Gelora diharapkan semakin memahami pentingnya perlindungan anak serta menciptakan lingkungan yang mendukung lahirnya generasi muda yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing demi masa depan desa yang lebih baik.( Qwres).