Lensakriminal || Surakarta – Suasana Lapangan Sepak Bola Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Kamis (21/5/2026) pagi, tampak berbeda dari biasanya. Ratusan personel gabungan TNI, Polri, aparat pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, pelajar hingga warga masyarakat berkumpul dalam Upacara Penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 yang diselenggarakan Kodim 0735/Surakarta.
Program yang berlangsung selama satu bulan penuh, sejak 22 April hingga 21 Mei 2026 tersebut bukan sekadar kegiatan pembangunan fisik semata. Lebih dari itu, TMMD kembali menjadi ruang kolaborasi antara negara dan masyarakat dalam memperkuat pembangunan berbasis wilayah sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, kegiatan ini menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur lingkungan dan penguatan kapasitas sosial masyarakat di wilayah Kelurahan Mojosongo, khususnya di kawasan Kampung Krajan RT 02 dan RT 04 RW 01.
Pada pelaksanaan TMMD kali ini, sasaran fisik utama berupa pembangunan talud beton bertulang di Sungai Kedung Jumbleng sepanjang 100 meter dengan tinggi 3,5 meter berhasil diselesaikan 100 persen.
Pembangunan talud tersebut dinilai penting mengingat kawasan bantaran sungai di Mojosongo memiliki potensi kerawanan longsor dan kerusakan lingkungan saat debit air meningkat pada musim penghujan.
Melalui pembangunan itu, diharapkan ketahanan lingkungan permukiman warga semakin meningkat sekaligus mendukung keamanan dan kenyamanan masyarakat sekitar.
Dandim 0735/Surakarta Letkol Inf Arif Handoko Usman, S.H., dalam amanat Pangdam IV/Diponegoro yang dibacakannya saat upacara penutupan menegaskan bahwa pembangunan desa merupakan fondasi penting dalam pembangunan nasional.
“Desa diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing di masa mendatang. Karena itu, pembangunan desa menjadi bagian penting dari strategi pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dandim saat membacakan amanat.
TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 di Mojosongo juga menghadirkan sejumlah kegiatan nonfisik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Berbagai penyuluhan digelar, mulai dari mitigasi bencana banjir dan kebakaran, pengolahan sampah, pencegahan penyalahgunaan narkoba, kesehatan dan stunting, wawasan kebangsaan dan bela negara, keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), hingga penguatan nilai-nilai ideologi Pancasila.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai instansi terkait sebagai narasumber dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi tantangan sosial maupun lingkungan.
Selain itu, pembagian paket sembako kepada warga sekitar lokasi TMMD turut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial dan dukungan terhadap masyarakat.
Upacara penutupan TMMD di Mojosongo turut dihadiri unsur Forkopimda Kota Surakarta, pejabat TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga perangkat wilayah Kecamatan Jebres.
Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan bahwa program TMMD bukan hanya agenda militer, melainkan program kolaboratif lintas sektor yang melibatkan banyak pihak dalam membangun wilayah.
Dalam amanat Pangdam IV/Diponegoro juga disampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, OPD terkait, personel TNI-Polri, organisasi masyarakat, pelajar, pemuda, dan warga yang selama satu bulan penuh bergotong royong menyelesaikan seluruh sasaran program.
Kolaborasi tersebut menjadi salah satu kekuatan utama TMMD dalam mendorong percepatan pembangunan di tingkat daerah.
Selain menekankan pentingnya pembangunan fisik dan nonfisik, Pangdam IV/Diponegoro melalui amanatnya juga mengingatkan pentingnya menjaga dan merawat seluruh hasil pembangunan yang telah dicapai.
Hal itu dinilai penting agar fasilitas yang telah dibangun dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Program TMMD sendiri selama ini menjadi salah satu instrumen percepatan pembangunan berbasis kemitraan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, terutama di wilayah yang membutuhkan penguatan infrastruktur maupun pemberdayaan sosial.
Dengan selesainya TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 di Mojosongo, masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat nyata dari pembangunan yang dilakukan, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan dalam membangun lingkungan.
(R— LKM)