Lensakriminal || Lombok Barat, NTB — Upaya membangun budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini terus dilakukan Subdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Direktorat Lalu Lintas Polda NTB. Kali ini, penyuluhan keselamatan berlalu lintas digelar di SMPN 1 Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Kamis (06/08/2026), dengan melibatkan ratusan siswa dan para guru.
Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah tersebut menjadi bagian dari langkah preventif kepolisian dalam menanamkan pemahaman tentang pentingnya keselamatan di jalan raya kepada para pelajar sebelum mereka menjadi pengendara kendaraan bermotor.
Berbagai materi disampaikan dalam penyuluhan, mulai dari pengenalan aturan dan tata tertib berlalu lintas, pentingnya mematuhi rambu-rambu jalan, hingga bahaya pelanggaran lalu lintas yang dapat berujung pada kecelakaan.
Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., mengatakan bahwa edukasi kepada pelajar merupakan salah satu strategi preemtif kepolisian untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.
“Penyuluhan ini merupakan langkah preemtif untuk mencegah berbagai bentuk pelanggaran lalu lintas. Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran para pelajar agar lebih tertib dan memahami pentingnya keselamatan di jalan,” ujarnya.
Selain memberikan materi, petugas juga mengingatkan para pelajar agar tidak mengendarai sepeda motor sebelum memenuhi persyaratan usia dan memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sesuai ketentuan yang berlaku.
Para siswa juga diimbau untuk tetap mengutamakan keselamatan saat menjadi penumpang kendaraan dengan selalu mengenakan helm berstandar SNI, meskipun hanya dibonceng dalam perjalanan menuju maupun pulang dari sekolah.
Melalui kegiatan ini, Ditlantas Polda NTB berharap budaya tertib berlalu lintas dapat tumbuh sejak dini di kalangan pelajar. Dengan meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap pentingnya keselamatan di jalan, angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah Nusa Tenggara Barat diharapkan dapat terus ditekan.
( R— LKM )