Lensakriminal || Brebes – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Brebes tampilkan sejumlah inovasi pelayanan publik dalam tahapan Desk Evaluasi Tim Penilai Internal (TPI) menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2026, Senin (11/5), di Aula Dr. Sahardjo Lapas Brebes. Dua inovasi utama yang jadi sorotan adalah Sistem Layanan Terintegrasi (Sila Tiga) dan Sigap Kerja Labre.
Inovasi Sila Tiga hadirkan layanan lebih mudah, cepat, dan transparan bagi Masyarakat. Sementara Sigap Kerja Labre merupakan sistem berbasis teknologi untuk pengukuran dan evaluasi kinerja pegawai guna tingkatkan profesionalisme dan akuntabilitas kerja.
Kepala Lapas Brebes, Mudo Mulyanto, mengatakan inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen memperkuat kualitas layanan dan budaya kerja di lingkungan Pemasyarakatan.
“Melalui inovasi dan penguatan budaya kerja yang konsisten, kami berupaya menghadirkan layanan yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam proses evaluasi, Tim Penilai Internal melakukan penilaian melalui paparan, diskusi, serta verifikasi data dukung, termasuk peninjauan sarana layanan secara virtual dan langsung melalui office tour.
Selain inovasi yang dipaparkan, TPI juga meninjau berbagai fasilitas layanan publik di Lapas Brebes, mulai dari layanan umum, layanan disabilitas, hingga area pembinaan Warga Binaan.
Tim Penilai Internal memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dikembangkan, kesiapan jajaran, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung pelayanan.
“Secara umum inovasi yang ditampilkan mendukung peningkatan kualitas layanan publik dan menunjukkan komitmen yang kuat dari jajaran,” ujar Nur Sofiah, salah satu tim penilai.
Kegiatan ditutup dengan evaluasi lanjutan untuk menentukan kelanjutan Lapas Brebes ke tahap penilaian berikutnya dalam proses evaluasi nasional.
( R— LKM)