Lensakriminal|| Di tengah keterbatasan sarana pendidikan di wilayah perbatasan, kehadiran Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Statis Swasembada Yonif 407/Padma Kusuma Koops TNI Habema di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, tidak hanya membawa rasa aman, tetapi juga harapan bagi masa depan anak-anak di sana.(17 Juni 2026).
Melalui Pos Kiwirok, para prajurit TNI menunjukkan sisi humanis dengan terjun langsung ke lapangan sebagai tenaga pendidik (Gadik) di SD setempat.
Dengan penuh kesabaran dan dedikasi, mereka membaur bersama siswa-siswi, mengajarkan materi dasar seperti membaca, menulis, berhitung, hingga memberikan wawasan kebangsaan untuk menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini.
Bagi anak-anak di Kiwirok, kehadiran bapak-bapak tentara di ruang kelas menjadi semangat baru. Ruang kelas yang sederhana seketika berubah menjadi tempat yang penuh keceriaan dan antusiasme. Tidak jarang, para prajurit menyelipkan pesan moral, motivasi untuk menggapai cita-cita, serta pentingnya disiplin dan menjaga kesehatan dalam setiap sesi pembelajaran.
Kapten Inf Kusman selaku Komandan Pos Kiwirok menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah terpencil. “Kami ingin memastikan bahwa anak-anak di perbatasan mendapatkan perhatian yang sama dalam hal pendidikan. Kami hadir untuk membantu guru-guru di sini, sekaligus mempererat ikatan antara TNI dan masyarakat, khususnya generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Melalui langkah kecil namun bermakna ini, Satgas Yonif 407/PK berharap dapat terus berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, memastikan bahwa meski berada di ujung negeri, semangat belajar anak-anak Papua tidak akan pernah padam. TNI tidak hanya menjaga kedaulatan wilayah, tetapi juga menjaga tunas-tunas muda bangsa agar kelak mampu membangun daerahnya dengan lebih baik.
( R—- LKM)