Refleksi Setahun Pemerintahan Iron–Edwin di Sorot, HMI-MPO Lombok Timur Gelar Aksi di Polres dan Kantor Bupati

LensaKriminalNews.com.LOMBOK TIMUR –Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam – Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) Cabang Lombok Timur menggelar aksi unjuk rasa di Mapolres Lombok Timur dan Kantor Bupati Lombok Timur, Jumat (30/1/2026).

 

Aksi yang dimulai sekitar pukul 09.10 WITA tersebut diikuti oleh sekitar 54 orang massa aksi, dengan Agamawan Salam selaku koordinator umum.

 

Unjuk rasa ini digelar sebagai bentuk refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur (Iron–Edwin) serta respons atas dugaan tindakan represif aparat kepolisian pada aksi sebelumnya.

 

Sebelum bergerak menuju Mapolres Lombok Timur, massa aksi terlebih dahulu berkumpul di Simpang Empat BRI Cabang Selong dan menyampaikan sejumlah orasi.

 

Dalam orasinya, para orator menegaskan bahwa aksi tersebut dilakukan bukan untuk menciptakan kekacauan, melainkan sebagai bentuk penyampaian aspirasi yang dijamin oleh konstitusi.

 

Setibanya di depan Mapolres Lombok Timur, massa melanjutkan orasi dengan menyampaikan mosi tidak percaya terhadap kinerja dan pengendalian aparat Polres Lombok Timur dalam menangani aksi demonstrasi.

 

 

Massa juga mendesak Kapolda Nusa Tenggara Barat untuk mencopot Kapolres Lombok Timur serta menuntut penyelidikan administratif dan hukum secara transparan terhadap oknum aparat yang diduga melakukan kekerasan terhadap massa aksi.

 

Sekitar pukul 09.50 WITA, massa aksi bergerak menuju Kantor Bupati Lombok Timur. Di lokasi tersebut, para orator menyoroti berbagai persoalan daerah, di antaranya krisis pelayanan kesehatan, pengambilalihan lahan secara sepihak, serta dugaan ketidakterbukaan dalam pengadaan Chromebook.

 

 

Massa menilai, selama satu tahun kepemimpinan Iron–Edwin, masih banyak persoalan mendasar yang belum diselesaikan secara optimal.

 

Massa aksi juga menyampaikan kekecewaan atas minimnya komunikasi publik dan lemahnya pelayanan di sektor pendidikan dan kesehatan, serta menyatakan keinginan untuk bertemu langsung dengan Bupati Lombok Timur guna menyampaikan aspirasi tersebut.

 

 

Namun hingga aksi berakhir, Bupati tidak dapat ditemui, yang memicu ketidakpuasan di kalangan massa.

 

Aksi unjuk rasa berakhir sekitar pukul 11.20 WITA dan berjalan aman serta kondusif dengan pengamanan terbuka dan tertutup dari aparat kepolisian dan unsur terkait.

 

Meski demikian, massa aksi menyatakan adanya potensi aksi lanjutan sebagai bentuk kekecewaan terhadap belum adanya dialog langsung dengan pemerintah daerah.(RADEN).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *