LensakriminalNews.com.LOMBOK TIMUR– Dugaan rangkap peran dalam pengadaan bahan makanan mencuat di salah satu dapur program Makan Bergizi (MBG) di Desa Dasan Tumbu, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur.
Seorang mitra pelaksana disebut-sebut merangkap sebagai pemasok (suplier), bersama oknum mantan kepala desa setempat.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, oknum mantan Kepala Desa Dasan Tumbu berinisial M diduga terlibat sebagai suplier bahan makanan untuk dapur MBG di wilayah tersebut.
Selain itu, beredar pula dugaan bahwa Kepala SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) dan seorang ahli gizi disebut menerima “jatah” dalam proses distribusi pengadaan,rabu,25/02/2026.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak yang disebutkan belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut.
Menu Jadi Sorotan
Sorotan publik juga mengarah pada menu yang disajikan kepada penerima manfaat. Berdasarkan informasi yang diperoleh, dalam kurun tiga hari menu yang diberikan terdiri dari satu butir telur, dua buah roti abon, satu kotak minuman susu merek Indomil ukuran 200 mililiter, satu kotak oat milk merek Nobo ukuran 200 mililiter, satu bungkus kecil biji kacangan, serta tujuh buah kurma.
Sejumlah warga mempertanyakan komposisi dan variasi menu tersebut, terutama terkait kecukupan gizi dan kesesuaian dengan standar yang ditetapkan dalam program MBG.
“Menu yang diberikan hampir sama dalam beberapa hari. Kami berharap ada evaluasi agar asupan gizinya benar-benar sesuai kebutuhan anak-anak,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Dugaan rangkap jabatan sebagai mitra sekaligus suplier dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan jika terbukti benar. Praktik tersebut juga dikhawatirkan memengaruhi transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran program.
Masyarakat berharap instansi terkait di Kabupaten Lombok Timur segera melakukan klarifikasi dan pemeriksaan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai aturan serta tidak merugikan penerima manfaat.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah desa maupun pihak pengelola dapur MBG di Dasan Tumbu terkait dugaan tersebut.(Qwres).