Lensakriminal | Lombok Timur, – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi penopang asupan gizi murid sekolah di Lombok Timur terancam gagal total.
Pantauan tajam jurnalis Lensa Kriminal di Desa Montong Betok, Kecamatan Montong Gading, menemukan fakta mengejutkan, menu yang didistribusikan dari dapur lokal dinilai jauh dari standar kelayakan gizi, memicu protes keras dari pihak sekolah diwilayah Desa Pesanggrahan.
Laporan yang diterima jurnalis Lensa Kriminal Jumat pagi, (28/11/2025) mengungkapkan bahwa menu yang disajikan didominasi oleh makanan yang minim gizi seimbang. Alih-alih mendapatkan asupan protein dan vitamin yang memadai, murid-murid dilaporkan hanya disajikan sejenis mie dan potongan buah semangka yang dinilai kurang layak.
“Secara petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis), makanan yang harus didistribusikan haruslah betul-betul makanan yang bergizi bagi murid-murid sekolah. Jangan diberikan sejenis mie dan potongan buah semangka yang kurang layak dan tidak terlalu mengandung gizi yang seimbang,”tegas salah satu sumber dari pihak sekolah di Pesanggrahan.
Penyajian menu yang tidak variatif dan miskin nutrisi ini dikhawatirkan tidak akan mampu mendukung tumbuh kembang optimal anak didik, bahkan berpotensi merusak tujuan utama program MBG.
“Temuan ini sontak mengarah pada sorotan tajam terhadap lembaga pengawas program ditingkat daerah maupun pusat. Pertanyaan besar muncul,”Apakah dari Badan Gizi Nasional (BGN) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kurang melakukan pengawasan terkait masalah menu yang disajikan dari pihak dapur?”
Jika standar juknis yang mensyaratkan makanan bergizi seimbang dilanggar secara terang-terangan dilapangan, ini mengindikasikan adanya kelemahan fatal dalam rantai pengawasan.
Padahal, pengawasan berlapis oleh ahli gizi, Dinas Kesehatan, hingga Tim Uji Cepat Keamanan Pangan ditingkat sekolah seharusnya memastikan bahwa makanan yang sampai ditangan murid, yaitu makanan yang aman dan bergizi.
Jurnalis Lensa Kriminal mendesak pihak BGN, Kemenkes dan Dinas terkait di Lombok Timur untuk segera turun tangan melakukan investigasi mendalam terhadap dapur penyedia di Montong Betok dan mengambil tindakan tegas agar hak gizi para murid tidak dikorbankan demi efisiensi yang salah kaprah,”tandasnya.
(R–AKA.82)