Lensakriminal || Kotawaringin Timur – Kasdam XXII/TB Brigjen TNI Sugiyono menebar 1000 bibit ikan nila, diserahkan kepada Karang Taruna Desa Tri Buana, Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Rabu (11/03/2026)
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Kegiatan Upacara Penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1015/Sampit.
Penebaran bibit dilakukan langsung oleh Kasdam XXII/TB Yang di dampingi oleh Danrem 102/Pjg dan Dansatgas TMMD ke 127 Kodim 1015/Sampit bersama unsur Forkopimda serta masyarakat. Kegiatan berlangsung meriah dengan antusiasme warga yang ikut menebar benih ikan nila di kolam milik kelompok Karang Taruna.
Kasdam XXII/TB Brigjen TNI Sugiono mengatakan, program ini merupakan bagian dari dukungan TNI terhadap kebijakan nasional dibidang ketahanan pangan. Ia menilai masyarakat di wilayah memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor perikanan dan pertanian rumah tangga.
“Ketahanan pangan adalah program nasional. TNI bersama masyarakat berupaya mewujudkan kemandirian pangan, termasuk dengan memanfaatkan lahan sekitar rumah untuk budidaya ikan dan menanam tanaman produktif,” ujar Brigjen TNI Sugiono
Menurutnya, ribuan benih ikan nila yang ditebar akan bisa dipanen dalam waktu empat bulan dan diharapkan menjadi sumber protein bagi warga. Dinilai bisa menjadi sumber tambahan ekonomi dan gizi keluarga di masa mendatang.
“Kami sudah melakukan pembagian bibit Ikan. Harapannya, langkah ini bisa jadi awal kemandirian masyarakat desa,”
“Program TMMD ini memberi dampak besar bagi masyarakat. Tidak hanya membuka akses jalan, tapi juga mendorong masyarakat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan hidup.
Salah satu warga penerima bantuan, Rojani (30), mengaku senang dan bersyukur atas perhatian TNI. Ia mengatakan, bibit ikan dan tanaman yang diterimanya merupakan bibit unggul dengan kualitas yang baik.
Setiap bibit juga telah diberi label hasil verifikasi dari dinas terkait, sehingga masyarakat yakin akan hasilnya.
“Kami sangat berterima kasih. Biasanya kalau beli sendiri, bibit seperti ini mahal. Sekarang kami bisa menanam tanpa biaya, tinggal dirawat saja,” ujar Rojani sambil tersenyum.
( R— LKM )