LensaKriminalNews.com. LOMBOK TIMUR— Desakan untuk membongkar pengelolaan jasa pelayanan (jaspel) serta mengevaluasi manajemen yang dinilai tidak profesional menguat di Kabupaten Lombok Timur.
Sejumlah pihak menilai sistem pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di salah satu institusi belum dijalankan secara transparan dan profesional.
Mereka menyoroti pembagian jaspel yang diduga tidak terbuka dan berpotensi merugikan sebagian pihak.
Selain itu, manajemen juga dituding bersikap arogan serta menjalankan tata kelola SDM secara serampangan tanpa mengindahkan prinsip profesionalisme dan keadilan.
“Pengelolaan jaspel harus dibuka secara transparan agar tidak menimbulkan kecurigaan dan konflik internal. Manajemen juga perlu dievaluasi karena diduga mengabaikan etika profesional dalam mengelola SDM,” ujar ketua FRB Lotim Eko Rahadi, Jumat (30/01/2026).
Menurut eko, kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada menurunnya kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat jika tidak segera dibenahi.
Oleh karena itu, mereka meminta pihak berwenang melakukan audit serta evaluasi menyeluruh terhadap sistem manajemen dan pembagian jaspel.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen terkait belum memberikan keterangan resmi meski telah diupayakan untuk dikonfirmasi.(Qwres).