Bapokting di Pasar Pancor dan Paok Motong Stabil! Satgas Pangan Turun

LensaKriminalNews.com.LOMBOK TIMUR – Direktur Pengendalian dan Pengawasan Pangan (PKP) Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI bersama Tim Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Kabupaten Lombok Timur melaksanakan pengecekan harga bahan pokok penting (bapokting) di Pasar Tradisional Pancor dan Pasar Tradisional Paok Motong, Jumat (27/2/2026) pukul 09.00 WITA.

 

Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan SK Kabapanas 01/2026 tentang Tim Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Tahun 2026.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, DIR PKP Bapanas RI, PINCA Bulog Lombok Timur, Kasat Reskrim Polres Lombok Timur IPTU Arie Kusnandar , Kabid Perdagangan Lombok Timur, Sekdis Ketahanan Pangan Lombok Timur, Kabid Pertanian Lombok Timur, Satgas Pangan Polda NTB, dinas terkait yang menangani pangan di Kabupaten Lombok Timur, serta anggota Satgasres Saber pelanggaran harga, keamanan dan mutu pangan Kabupaten Lombok Timur.

 

 

 

Tim melakukan pemantauan di sejumlah lapak dan toko, di antaranya Toko Ibu Nur, Toko Tarmizi, Toko Daging Ayam Ras Ibu Erna, Toko Daging Sapi Nurhayati, Toko Ibu Anyar, dan Toko Ibu Muadah.

 

Adapun hasil pengecekan harga

 

Beras premium: Rp14.500/kg (di bawah HET)

Beras medium: Rp13.500/kg (sesuai HET)

Bawang merah: Rp35.000/kg (di bawah HAP)

Bawang putih: Rp34.000/kg (di bawah HAP)

Cabai rawit merah: Rp90.000/kg (di atas HAP)

Cabai merah keriting: Rp40.000/kg (di bawah HAP)

Gula pasir curah: Rp17.000/kg (sesuai HAP)

Gula pasir kemasan: Rp17.500/kg (sesuai HAP)

Daging sapi paha belakang: Rp130.000/kg (sesuai HAP)

Daging sapi paha depan: Rp130.000/kg (sesuai HAP)

Telur ayam ras: Rp26.000/kg (di bawah HAP)

Daging ayam ras: Rp40.000/kg (sesuai HAP)

Minyakita: Rp15.700/kg (sesuai HAP)

 

 

Tim menemukan harga cabai rawit merah masih berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP). Kondisi ini dipicu tingginya permintaan di tengah keterbatasan pasokan akibat penurunan produksi.

 

Faktor cuaca seperti angin kencang dan hujan yang menyebabkan gagal panen turut memengaruhi ketersediaan komoditas tersebut.

 

Selain itu, masih ditemukan pengecer yang menjual Minyakita di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Setelah dilakukan klarifikasi, diketahui minyak goreng tersebut merupakan Minyakita kemasan yang dibeli di luar Bulog. Stok yang tersisa di lapak pengecer tersebut hanya tujuh kemasan ukuran 1 liter.

 

 

Sebagai langkah pengendalian, tim melakukan sejumlah upaya, memberikan teguran kepada pedagang yang menjual bapokting di atas HET/HAP. Merekomendasikan pedagang untuk menjadi mitra Bulog terkait distribusi Minyakita agar dapat dijual sesuai HET. Melakukan pengecekan rutin terhadap harga bapokting di pasar tradisional. Berkoordinasi dengan dinas terkait atas temuan pedagang yang masih menjual di atas HET/HAP.

Mengimbau pemasangan banner informasi HAP/HET komoditas di pasar-pasar sebagai bentuk transparansi harga.

 

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Pemerintah daerah bersama instansi terkait berkomitmen menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok guna melindungi daya beli masyarakat.( Qwres).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *