Lensakriminal || Brebes – Suasana khidmat mewarnai apel pagi jajaran pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Brebes, Senin (14/9). Dipimpin Kepala Lapas Brebes, Mudo Mulyanto, seluruh jajaran sejenak menundukkan kepala dan mengheningkan cipta untuk mengenang tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang gugur dalam menjalankan tugas di Papua Pegunungan.
Momen tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan duka cita jajaran Lapas Brebes atas pengabdian para ASN yang kehilangan nyawa saat melaksanakan tugas kedinasan. Dengan penuh ketenangan, seluruh pegawai mengikuti prosesi hening cipta sebagai wujud solidaritas dan penghargaan terhadap sesama aparatur negara.
Tiga ASN yang menjadi korban yakni Aprida Rapi (49), Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya; Alfonsius Albinus Meha (35), pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya; dan Willi Mbuik (24), pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Ketiganya merupakan bagian dari rombongan pegawai yang tengah melaksanakan perjalanan dinas dari Wamena menuju Distrik Muliama untuk meninjau kegiatan pertanian dan cetak sawah.
Bagi Lapas Brebes, penghormatan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap tugas kedinasan merupakan bagian dari pengabdian kepada negara dan masyarakat. Semangat pengabdian yang ditunjukkan para korban juga menjadi nilai yang terus ditanamkan kepada seluruh jajaran dalam menjalankan tugas pemasyarakatan.
Kalapas Brebes Mudo Mulyanto menyampaikan bahwa penghormatan tersebut bukan sekadar bentuk duka cita, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang dedikasi dan pengabdian para korban kepada negara dan masyarakat.
“Kita semua tentu berduka atas kejadian ini. Mereka telah menjalankan tugas sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan negara. Mari kita doakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar Mudo.
Menurut Mudo, setiap aparatur negara memiliki peran dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia mengajak seluruh jajaran Lapas Brebes untuk terus menjaga semangat pengabdian, bekerja dengan sungguh-sungguh, serta menjadikan tugas sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
“Semoga penghormatan yang kita lakukan hari ini mengingatkan kita untuk semakin menghargai arti sebuah pengabdian. Mari kita terus bekerja dengan hati, menjaga amanah, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.
Melalui apel pagi dan hening cipta tersebut, Lapas Brebes menunjukkan bahwa semangat pengabdian tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas, tetapi juga melalui kepedulian, solidaritas, dan penghormatan kepada sesama aparatur negara yang telah mengabdikan dirinya untuk masyarakat dan bangsa.
(R—- LKM)