Lensakriminal || Mataram— Polda NTB mulai mematangkan seluruh skema pengamanan, menjelang gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026. Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H., Rabu (5/8/2026), memimpin langsung rapat koordinasi bersama Wakapolda, Irwasda, pejabat utama Polda NTB, perwakilan ITDC, serta jajaran Polres dan Polresta guna memastikan seluruh persiapan berjalan maksimal.
Kapolda NTB menegaskan, pengamanan MotoGP harus dilaksanakan secara proporsional, kolaboratif, dan sinergis. Menurutnya, seluruh instansi terkait perlu terlibat sejak tahap perencanaan, agar setiap potensi kendala dapat diantisipasi lebih awal.
“Pengamanan MotoGP harus berjalan secara proporsional, kolaboratif, dan sinergis. Pada rapat berikutnya kita libatkan Korem, Pemerintah Provinsi, serta pemerintah daerah agar seluruh unsur bergerak dalam satu langkah, menghadirkan rasa aman bagi masyarakat dan tamu internasional,” ujar Irjen Pol. Kalingga.
Kapolda NTB juga memberi perhatian terhadap pengamanan jalur menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)Mandalika. Selain kelancaran arus lalu lintas, potensi sengketa lahan maupun aksi unjuk rasa ikut menjadi fokus pengamanan, demi menjaga citra Indonesia di mata dunia.
“Jalur menuju kawasan MotoGP menjadi etalase Indonesia. Semua pihak harus menyiapkan pengamanan terbaik, mengantisipasi potensi sengketa lahan maupun aksi unjuk rasa, sehingga seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib,” katanya.
Selain aspek keamanan, perwira tinggi Polri bintang dua itu mendorong kesiapan fasilitas pendukung seperti kapasitas penonton, penginapan, serta ruang bagi pelaku UMKM. Ia juga mengusulkan penyediaan area tenda sebagai alternatif menginap, saat tingkat hunian hotel meningkat selama penyelenggaraan MotoGP.
“Kita perlu memikirkan solusi bagi penonton yang tidak memperoleh kamar hotel. Penyiapan area tenda dapat menjadi alternatif, agar seluruh tamu tetap memperoleh tempat beristirahat dengan nyaman,” ucapnya.
Dalam rapat tersebut, Karo Ops Polda NTB memaparkan pola pengamanan darat, laut, dan udara, termasuk pengamanan agenda para pembalap di luar lintasan, seperti pawai dan kunjungan ke sekolah. Sementara ITDC menyampaikan animo penonton terus meningkat, sehingga sistem pembelian tiket disiapkan melalui jalur daring maupun luring, dengan identitas khusus berupa gelang dan kalung.
Sementara Wakapolda NTB, Brigjen Pol. Hari Nugroho, turut menekankan pentingnya evaluasi rencana operasi, antisipasi kemacetan, kesiapan pengamanan VVIP, edukasi kamtibmas bagi wisatawan, hingga langkah cepat menghadapi peredaran tiket palsu. Irwasda juga mengingatkan pentingnya koordinasi lintas instansi jika Presiden hadir, serta perlunya sosialisasi barang-barang terlarang melalui media sosial dan penyelesaian sengketa lahan melalui musyawarah.
Menutup rapat, Kapolda NTB berharap seluruh persiapan terus disempurnakan, sehingga event MotoGP 2026 tidak hanya sukses dari sisi pertandingan, tetapi juga meninggalkan kesan positif bagi seluruh pembalap dan tim, wisatawan, serta masyarakat.
“MotoGP bukan sekadar ajang balap dunia, tetapi kesempatan menunjukkan kesiapan NTB dan Indonesia dalam menyelenggarakan event internasional. Sinergi seluruh pihak menjadi kunci agar kegiatan berlangsung aman, nyaman, tertib, dan sukses,” tutup Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja.
( R—- LKM)