Lensakriminal || Samatiga — Dalam semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat, Sertu Heru Santoso, Babinsa Koramil 09/Samatiga, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Sertu Heru terjun langsung ke sawah membantu Bapak Zulfikar, seorang petani dari Desa Leubok, dalam kegiatan penaburan pupuk pada tanaman padi milik warga. Senin (12/1/2026)
Kegiatan ini berlangsung di tengah hamparan sawah yang tergenang air, tempat di mana padi muda mulai tumbuh dengan rapi. Sertu Heru yang mengenakan seragam loreng dengan lengan bertuliskan “BABINSA”, tampak menyatu dengan suasana pertanian. Ia membawa wadah berisi pupuk dan dengan penuh semangat menaburkannya secara merata di antara barisan tanaman padi, mendampingi Bapak Zulfikar yang tengah menata tanaman .
“Ini bukan sekedar membantu menabur pupuk,” ujar Sertu Heru Santoso. “Ini adalah bentuk nyata kepedulian kami terhadap kesejahteraan petani . Ketahanan pangan dimulai dari sawah, dan kami Babinsa siap mendukung dari akar rumput.”
Bapak Zulfikar yang telah bertani selama lebih dari dua dekade mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Babinsa. “Kami merasa dihargai dan diperhatikan. Kehadiran Pak Heru bukan hanya meringankan pekerjaan, tapi juga memberi semangat bagi kami para petani,” tuturnya dengan wajah penuh syukur.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pendampingan Babinsa terhadap petani di wilayah binaan, yang bertujuan untuk meningkatkan hasil pertanian dan memperkuat ketahanan pangan lokal. Koramil 09/Samatiga secara rutin mengerahkan personel untuk terlibat langsung dalam aktivitas pertanian, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, hingga panen.
Danramil 09/Samatiga, Kapten Inf Desman, menyampaikan apresiasinya terhadap dedikasi Sertu Heru. “Kami bangga memiliki Babinsa yang aktif dan peduli terhadap masyarakat. Kehadiran TNI di petani tengah adalah wujud sinergi yang harus terus dijaga,” ujarnya.
Desa Leubok sendiri dikenal sebagai salah satu sentra pertanian di Kecamatan Samatiga, dengan mayoritas penduduknya menggantungkan hidup dari hasil sawah. Musim tanam kali ini menjadi harapan besar bagi warga, terutama setelah menghadapi tantangan cuaca ekstrem di tahun sebelumnya.
Melalui kegiatan seperti ini, TNI tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, namun juga sebagai mitra pembangunan yang tangguh dan humanis. Semangat gotong royong antara Babinsa dan petani menjadi simbol kekuatan bangsa yang bersumber dari kebersamaan dan kerja keras.
( R— LKM)